Contoh Mad Badal dalam Al-Qur'an dan Cara Membacanya dengan Benar

Contoh Mad Badal dalam Al-Qur’an dan Cara Membacanya dengan Benar

Contoh mad badal dapat ditemukan pada lafaz seperti ءَامَنُوا, إِيمَانًا, dan أُوتُوا. Dalam ilmu tajwid, mad badal dibaca panjang dua harakat dan terjadi ketika hamzah mendahului huruf mad dalam satu kata.

Memahami hukum bacaan ini penting agar seorang Muslim tidak sekadar mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga membacanya dengan lebih tertib sesuai kaidah tajwid. Bagi anak yang sedang belajar membaca atau menghafal Al-Qur’an, pengenalan terhadap hukum mad secara bertahap juga membantu menjaga ketepatan bacaan.

Apa Itu Mad Badal

Mad badal adalah salah satu cabang hukum mad dalam ilmu tajwid. Kata mad berarti memanjangkan, sedangkan badal berarti pengganti.

Pada bentuk dasarnya, mad ini terjadi ketika hamzah sukun digantikan oleh huruf mad yang sesuai dengan harakat hamzah sebelumnya. Jika hamzah pertama berharakat fathah, penggantinya berupa alif. Jika berharakat kasrah, penggantinya berupa ya sukun. Jika berharakat dhammah, penggantinya berupa wau sukun.

Contoh sederhananya sebagai berikut.

  • ءَامَنَ dibaca āmanā pada bagian awal lafaz
  • إِيمَانًا dibaca īmānan
  • أُوتُوا dibaca ūtū

Dalam bacaan Hafs dari Ashim, panjang mad ini dibaca dua harakat, sebagaimana panjang mad thabi’i.

Contoh Mad Badal dalam Al-Qur’an

Berikut beberapa lafaz yang dapat membantu mengenali pola bacaan ini dengan lebih mudah.

1. ءَامَنُوا

Lafaz ءَامِنُوا dapat ditemukan antara lain dalam Surah Al-Baqarah ayat 13.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءَامِنُوا كَمَا ءَامَنَ النَّاسُ

Artinya

“Apabila dikatakan kepada mereka, berimanlah sebagaimana orang lain telah beriman.”

Pada bagian ءَا terdapat hamzah yang diikuti alif mad. Bacaannya dipanjangkan dua harakat.

2. ءَامَنَ

Contohnya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 285.

ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ

Artinya

“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya.”

Lafaz ءَامَنَ diawali bunyi ā yang dibaca panjang dua harakat.

3. إِيمَانًا

Lafaz إِيمَانًا dapat ditemukan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Ciri yang mudah dikenali terdapat pada bagian إِي. Hamzah berharakat kasrah diikuti ya mad sehingga menghasilkan bunyi ī yang dipanjangkan.

4. أُوتُوا

Contoh lainnya adalah lafaz أُوتُوا. Pada bagian أُو terdapat hamzah berharakat dhammah yang diikuti wau mad. Bunyi ū pada awal lafaz dibaca sepanjang dua harakat.

5. لِإِيلَافِ

Contoh yang mudah ditemukan terdapat dalam Surah Quraisy ayat 1.

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

Artinya

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.”

Pada lafaz إِيلَافِ terdapat hamzah kasrah yang diikuti ya mad. Bagian ī dibaca panjang dua harakat.

BACA JUGA: Rumus Menghafal Al-Qur’an agar Hafalan Lebih Kuat dan Terjaga

Cara Membaca Mad Badal agar Tidak Keliru

Cara membaca mad badal pada riwayat Hafs dari Ashim adalah dengan memanjangkan suara sebanyak dua harakat. Panjangnya kurang lebih sama dengan mad thabi’i.

Namun, belajar tajwid sebaiknya tidak berhenti pada kemampuan mengenali rumus. Anak juga perlu mendengar contoh bacaan yang benar dan membacakannya kembali di hadapan guru. Dengan metode talaqqi, kesalahan panjang pendek, makhraj, dan sifat huruf dapat dikoreksi secara langsung.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4.

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Artinya

“Atau lebih dari seperdua itu. Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.”

Ayat tersebut mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan tartil. Karena itu, belajar tajwid merupakan bagian penting dalam proses mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

Bagi Ayah dan Bunda yang ingin ikut mendukung lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, dukungan terhadap pendidikan tahfidz juga dapat menjadi salah satu jalan kebaikan. Sedekah yang diberikan dapat membantu keberlangsungan proses pendidikan dan pembinaan para santri penghafal Al-Qur’an.

Mengapa Tajwid Penting bagi Penghafal Al-Qur’an

Tajwid membantu seorang penghafal menjaga hafalan sekaligus kualitas bacaannya. Hafalan yang banyak tentu perlu diiringi dengan perhatian terhadap makhraj, sifat huruf, panjang pendek bacaan, dan hukum tajwid lainnya.

Rasulullah SAW bersabda

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari nomor 5027 dari Utsman bin Affan radhiyallahu anhu.

Pesan tersebut menunjukkan besarnya keutamaan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Proses itu dapat dimulai dari perkara yang tampak sederhana, termasuk belajar mengenali panjang pendek bacaan dengan benar.

FAQ Seputar Mad Badal

Berapa harakat bacaan mad badal

Dalam riwayat Hafs dari Ashim, bacaan ini dipanjangkan dua harakat atau satu alif.

Apa ciri paling mudah untuk mengenalinya

Ciri sederhananya adalah terdapat hamzah sebelum huruf mad dalam satu kata, seperti ءَا, إِي, dan أُو.

Apakah mad badal sama dengan mad thabi’i

Keduanya sama-sama dibaca dua harakat dalam riwayat Hafs, tetapi sebab terjadinya berbeda. Mad badal berkaitan dengan hamzah yang mendahului huruf mad.

Apakah ءَامَنُوا termasuk mad badal

Ya. Bagian ءَا pada lafaz ءَامَنُوا merupakan salah satu contoh yang umum digunakan untuk mempelajari hukum ini.

Belajar Al-Qur’an dan Menjaga Keberlanjutan Pendidikan Tahfidz

Memahami contoh mad badal merupakan satu bagian kecil dari perjalanan panjang belajar Al-Qur’an. Ketelitian dalam membaca, kesabaran dalam menghafal, dan bimbingan guru menjadi bekal penting agar generasi Muslim tumbuh bersama Al-Qur’an.

Ayah dan Bunda juga dapat mengambil bagian dalam ikhtiar mencetak generasi penghafal Al-Qur’an dengan mendukung program pendidikan tahfidz Pesantren Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber. InsyaAllah, setiap dukungan yang diberikan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan lebih banyak anak yang belajar, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Informasi pendaftaran dan dukungan resmi dapat diakses melalui

pendaftaran.ptqsyekhalijaber.com

WhatsApp Admin

+62 822-4033-4849

Semoga Allah menerima setiap ikhtiar kita dalam mempelajari, mengajarkan, dan memuliakan Al-Qur’an.