Contoh mad arid lissukun dapat ditemukan dengan mudah pada akhir ayat Al-Qur’an ketika terdapat huruf mad sebelum huruf terakhir yang menjadi sukun karena berhenti atau waqaf. Hukum bacaan ini dapat dibaca sepanjang 2, 4, atau 6 harakat ketika pembaca berhenti pada kata tersebut.
Memahami hukum mad ini penting agar bacaan Al-Qur’an terdengar lebih tertib dan sesuai kaidah tajwid. Bagi santri maupun pembelajar Al-Qur’an, latihan melalui ayat yang sering dibaca menjadi salah satu cara paling mudah untuk mengenalinya.
Apa Itu Mad Arid Lissukun
Mad arid lissukun adalah hukum mad yang terjadi ketika huruf mad bertemu dengan huruf yang menjadi sukun karena pembaca berhenti atau waqaf. Kata arid menunjukkan keadaan yang datang kemudian, sehingga sukun pada huruf terakhir bukan sukun asli.
Panjang bacaan mad ini memiliki tiga pilihan.
- 2 harakat
- 4 harakat
- 6 harakat
Apabila bacaan diteruskan atau washal, keadaan sukun karena waqaf tersebut hilang. Karena itu, hukum mad arid lissukun juga tidak berlaku dalam keadaan tersebut.
Allah memerintahkan umat Islam untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4.
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Artinya, “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.”
Ayat ini mengingatkan bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar menyelesaikan banyak ayat. Ketepatan, ketenangan, dan perhatian terhadap cara membaca juga menjadi bagian penting dalam tilawah.
15 Contoh Mad Arid Lissukun yang Mudah Dipelajari
Berikut beberapa contoh yang dapat digunakan untuk latihan. Semua contoh berikut menjadi mad arid lissukun apabila pembaca berhenti pada akhir kata atau akhir ayat tersebut.
- الرَّحِيمِ
Surah Al-Fatihah ayat 1. Ketika berhenti pada kata ini, huruf mim menjadi sukun dan bunyi panjang sebelum mim dapat dibaca 2, 4, atau 6 harakat. - الْعَالَمِينَ
Surah Al-Fatihah ayat 2. Mad terdapat pada bunyi panjang sebelum huruf nun ketika waqaf. - الرَّحِيمِ
Surah Al-Fatihah ayat 3. Cara membacanya sama seperti contoh pada ayat pertama ketika berhenti. - الدِّينِ
Surah Al-Fatihah ayat 4. Huruf ya menjadi huruf mad sebelum nun yang disukunkan karena waqaf. - نَسْتَعِينُ
Surah Al-Fatihah ayat 5. Ketika berhenti, huruf nun terakhir menjadi sukun. - الْمُسْتَقِيمَ
Surah Al-Fatihah ayat 6. Bunyi panjang sebelum mim dapat dibaca dengan pilihan 2, 4, atau 6 harakat ketika berhenti. - الضَّالِّينَ
Surah Al-Fatihah ayat 7. Mad arid lissukun terdapat pada bagian akhir bunyi لِين ketika berhenti. Bagian awal kata ini juga memiliki hukum mad lain sehingga pembelajar perlu membedakan keduanya. - الْمُتَّقِينَ
Surah Al-Baqarah ayat 2. Bunyi panjang sebelum nun akhir menjadi mad ketika ayat dihentikan. - يُنْفِقُونَ
Surah Al-Baqarah ayat 3. Huruf wau menjadi huruf mad sebelum nun yang disukunkan karena waqaf. - يُوقِنُونَ
Surah Al-Baqarah ayat 4. Mad pada bagian akhir dapat dipanjangkan ketika berhenti. - الْمُفْلِحُونَ
Surah Al-Baqarah ayat 5. Huruf wau sebelum nun akhir menjadi bagian dari hukum mad ini saat waqaf. - يُؤْمِنُونَ
Surah Al-Baqarah ayat 6. Bacaan panjang terdapat sebelum nun yang menjadi sukun ketika pembaca berhenti. - عَظِيمٌ
Surah Al-Baqarah ayat 7. Ketika berhenti, tanwin pada mim tidak dibaca dan mim menjadi sukun sehingga bunyi panjang sebelumnya menjadi mad arid lissukun. - بِمُؤْمِنِينَ
Surah Al-Baqarah ayat 8. Bunyi panjang pada bagian akhir dapat dibaca 2, 4, atau 6 harakat saat waqaf. - يَشْعُرُونَ
Surah Al-Baqarah ayat 9. Huruf wau menjadi mad sebelum nun akhir yang disukunkan ketika berhenti.
BACA JUGA: Manfaat Menghafal Al-Qur’an bagi Otak dan Daya Ingat Anak
Cara Mudah Mengenali Mad Arid Lissukun
Cara mengenalinya dapat dimulai dengan melihat akhir kata ketika hendak berhenti. Perhatikan apakah sebelum huruf terakhir terdapat alif, wau sukun yang didahului dhammah, atau ya sukun yang didahului kasrah.
Setelah itu, pastikan huruf terakhir menjadi sukun hanya karena pembaca melakukan waqaf. Jika kedua kondisi tersebut terpenuhi, bacaan tersebut termasuk hukum mad arid lissukun.
Latihan seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan benar. Pesantren Tahfidz Qur’an Syekh Ali Jaber juga menempatkan pembelajaran Al-Qur’an sebagai bagian penting dalam pendidikan generasi penghafal Qur’an. Bagi siapa pun yang ingin ikut mengambil bagian dalam perjuangan pendidikan Al-Qur’an, dukungan sedekah untuk pembinaan para santri dapat menjadi salah satu ikhtiar yang baik.
Rasulullah ﷺ juga memberikan kabar yang menenangkan bagi orang yang terus belajar membaca Al-Qur’an.
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Artinya, orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat. Sementara orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasakan kesulitan mendapatkan dua pahala.
Hadis ini diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha dalam Sahih Muslim nomor 798 dan juga diriwayatkan dalam Sahih Al-Bukhari.
FAQ
Berapa harakat mad arid lissukun
Mad arid lissukun dapat dibaca sepanjang 2, 4, atau 6 harakat ketika berhenti atau waqaf.
Apakah mad arid lissukun hanya ada di akhir ayat
Tidak selalu. Hukum ini dapat muncul pada tempat pembaca melakukan waqaf selama terpenuhi syaratnya. Namun, contoh yang paling mudah ditemukan biasanya berada pada akhir ayat.
Apa perbedaan mad thabi’i dan mad arid lissukun
Mad thabi’i pada dasarnya dibaca 2 harakat. Mad arid lissukun muncul akibat adanya sukun sementara karena waqaf dan dapat dibaca 2, 4, atau 6 harakat.
Apakah panjang bacaan harus selalu 6 harakat
Tidak. Pembaca memiliki pilihan 2, 4, atau 6 harakat. Dalam satu pola tilawah, menjaga konsistensi panjang bacaan akan membuat bacaan lebih tertib.
Belajar Al-Qur’an Sekaligus Menanam Amal Jariyah
Memahami contoh mad arid lissukun adalah salah satu langkah kecil untuk memperbaiki tilawah. Semakin sering seseorang membaca, mendengar bacaan guru, dan mempraktikkan tajwid secara langsung, semakin mudah pula hukum-hukum bacaan dikenali.
Di saat yang sama, kita juga dapat membantu generasi muda agar memiliki kesempatan belajar, menghafal, dan hidup bersama Al-Qur’an. Sedekah untuk mendukung pendidikan santri tahfidz insyaAllah menjadi ikhtiar menghadirkan manfaat yang terus tumbuh selama ilmu dan bacaan Al-Qur’an mereka diamalkan.
Informasi pendaftaran dan dukungan resmi dapat diakses melalui pendaftaran.ptqsyekhalijaber.com atau menghubungi WhatsApp Admin +62 822-4033-4849.
Semoga Allah menerima setiap ikhtiar kita untuk belajar, mengajarkan, dan menjaga Al-Qur’an.