Daftar Pengajar dengan Sertifikasi Sanad Al-Qur’an

Daftar Pengajar dengan Sertifikasi Sanad Al-Qur’an

Dalam tradisi Islam, sanad Al-Qur’an merupakan rantai periwayatan yang menyambungkan pembacaan Al-Qur’an dari seorang guru kepada muridnya hingga bersambung kepada Rasulullah ﷺ. Keberadaan sanad menjamin kemurnian bacaan dan menjaga keotentikan Qira’ah yang telah diajarkan secara turun-temurun.

Di era modern, sertifikasi sanad menjadi salah satu bentuk pengakuan resmi atas keilmuan seorang penghafal atau qari, sekaligus sebagai bukti bahwa ia layak menjadi pengajar yang dapat dipercaya. Salah satu lembaga internasional yang memberikan pengakuan ini adalah Asean Iqraa Organization, yang telah melahirkan banyak pengajar bersanad di Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara.

Peran Asean Iqraa Organization dalam Sertifikasi Sanad

Asean Iqraa Organization berdiri sebagai lembaga yang memiliki otoritas dalam menguji, menilai, dan memberikan sertifikasi sanad kepada para qari dan qariah. Lembaga ini berperan penting menjaga kesinambungan sanad dengan standar internasional. Melalui proses ujian yang ketat, para pengajar dinilai kelayakannya berdasarkan tajwid, fashahah, serta pemahaman mendalam terhadap qira’ah dan riwayat.

Dengan adanya sertifikasi dari lembaga ini, para pengajar tidak hanya diakui di tingkat lokal, tetapi juga mendapat pengakuan luas di dunia Islam. Hal ini menjadi jaminan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren, madrasah, maupun majelis taklim.

Daftar Pengajar Bersertifikasi Sanad

Berdasarkan dokumen resmi yang dirilis, berikut adalah daftar pengajar yang telah mendapatkan sertifikasi sanad Al-Qur’an melalui Asean Iqraa Organization:

  1. Anwar T. Lohor, S.Pd., M.Hum

    • Qira’ah ‘Ashim (Riwayat Syu’bah & Hafsh)

    • Qira’ah Ibnu ‘Amir (Riwayat Hisyam & Ibnu Dzakwan)

  2. Muhammad Luqmanul Hakim

    • Qira’ah ‘Ashim (Syu’bah & Hafsh)

    • Qira’ah Ibnu ‘Amir (Hisyam & Ibnu Dzakwan)

    • Qira’ah Al-Kisa’i (Abdul Harits & Ad-Duri)

    • Qira’ah Hamzah (Khalaf & Khallad)

  3. Ellisya Fatimatus Zahra

    • Qira’ah ‘Ashim (Syu’bah & Hafsh)

    • Qira’ah Ibnu ‘Amir (Hisyam & Ibnu Dzakwan)

    • Qira’ah Al-Kisa’i (Abdul Harits & Ad-Duri)

    • Qira’ah Hamzah (Khalaf & Khallad)

  4. Siti Nuriah, S.Hum

    • Qira’ah ‘Ashim

    • Qira’ah Ibnu ‘Amir

    • Qira’ah Al-Kisa’i

  5. Siti Fazria Mamonto, S.Pd

    • Qira’ah ‘Ashim

  6. Izzatul Jannah, S.T

    • Qira’ah ‘Ashim

    • Qira’ah Ibnu ‘Amir

    • Qira’ah Al-Kisa’i

    • Qira’ah Khalaf Al-‘Asyir

  7. Salsabila Nurfadhila Tsaniy, S.Kep

    • Qira’ah ‘Ashim

    • Qira’ah Ibnu ‘Amir

    • Qira’ah Al-Kisa’i

  8. Uswatun Hasanah

    • Qira’ah ‘Ashim
  9. Adnan Abul Khoir Muayyad

    • Qira’ah ‘Ashim

  10. Jajang Suryaman, Lc

    • Qira’ah ‘Ashim

    • Qira’ah Ibnu ‘Amir

    • Qira’ah Al-Kisa’i

    • Qira’ah Hamzah

    • Qira’ah Nafi’ (Qalun & Warsy)

  11. Dr. Al-Musthofa

    • Qira’ah ‘Ashim

    • Qira’ah Ibnu ‘Amir

    • Qira’ah Al-Kisa’i

    • Qira’ah Hamzah

    • Qira’ah Nafi’ (Qalun & Warsy)

BACA JUGA: 7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Penghafal Al-Qur’an Pemula dan Cara Menghindarinya

Keistimewaan Guru Bersanad

Para pengajar yang telah memperoleh sertifikasi sanad bukan hanya ahli dalam membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar, tetapi juga memiliki otoritas untuk menyampaikan ilmu tersebut secara berkesinambungan. Hal ini memberikan kepastian kepada para santri dan jamaah bahwa bacaan yang mereka pelajari memiliki jalur sanad yang sahih hingga Rasulullah ﷺ.

Dengan keberadaan guru-guru bersanad ini, generasi Muslim di Indonesia berkesempatan belajar Al-Qur’an dengan standar yang terjamin. Ini merupakan langkah penting dalam menjaga kemurnian bacaan di tengah tantangan zaman modern.

Harapan ke Depan

Daftar pengajar bersanad melalui Asean Iqraa Organization membuktikan bahwa tradisi sanad masih terus terjaga. Diharapkan, jumlah pengajar bersanad akan semakin bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari pembelajaran Al-Qur’an yang sahih.

Keberadaan para pengajar ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Muslim untuk menekuni ilmu Al-Qur’an, tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga mendalami sanad, qira’ah, dan riwayat.