Contoh Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi dan Cara Membacanya dengan Benar

Contoh Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi dan Cara Membacanya dengan Benar

Contoh mad lazim mukhaffaf kilmi dalam Al-Qur’an terdapat pada lafaz ءَآلْـَٰٔنَ dalam Surah Yunus ayat 51 dan 91. Hukum bacaan ini dibaca panjang enam harakat karena huruf mad bertemu dengan sukun asli dalam satu kata dan tidak diikuti tasydid.

Menariknya, hukum tajwid ini termasuk sangat jarang ditemukan. Karena itu, mengenali satu lafaz tersebut dengan baik akan sangat membantu saat membaca Surah Yunus dan saat mempelajari pembagian hukum mad.

Apa Itu Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Mad lazim mukhaffaf kilmi adalah hukum bacaan ketika huruf mad bertemu dengan huruf bersukun asli dalam satu kata tanpa adanya tasydid. Bacaan tersebut dipanjangkan selama enam harakat.

Secara sederhana, istilahnya dapat dipahami seperti berikut.

  • Mad berarti panjang
  • Lazim berarti tetap atau harus
  • Mukhaffaf berarti diringankan
  • Kilmi berkaitan dengan kata atau kalimat

Disebut mukhaffaf karena setelah bacaan panjang tidak terdapat tasydid yang membuat pelafalannya terasa lebih berat. Inilah yang membedakannya dengan mad lazim mutsaqqal kilmi.

Cara mengenalinya tidak perlu dibuat rumit. Perhatikan adanya bacaan mad, kemudian lihat apakah setelahnya terdapat sukun asli dalam kata yang sama. Jika tidak ada tasydid, hukum ini dapat dikenali sebagai mad lazim mukhaffaf kilmi.

Contoh Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi dalam Surah Yunus

Dalam mushaf Al-Qur’an, contoh yang dikenal untuk hukum bacaan ini terdapat pada lafaz ءَآلْـَٰٔنَ dan muncul dua kali dalam Surah Yunus, yaitu pada ayat 51 dan ayat 91.

Surah Yunus Ayat 51

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓ ۚ ءَآلْـَٔـٰنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ

Artinya

“Kemudian apakah setelah azab itu terjadi, kamu baru mempercayainya? Apakah baru sekarang, padahal sebelumnya kamu selalu meminta agar disegerakan?”

Bagian yang menjadi contoh adalah lafaz ءَآلْـَٰٔنَ. Bacaan mad pada bagian awal lafaz tersebut dipanjangkan enam harakat sebelum melanjutkan bacaan berikutnya.

Surah Yunus Ayat 91

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

ءَآلْـَٔـٰنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ

Artinya

“Mengapa baru sekarang kamu beriman, padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan.”

Pada ayat ini kita kembali menemukan lafaz yang sama. Karena itu, saat menjumpai ءَآلْـَٰٔنَ, pembaca perlu menjaga panjang bacaannya secara konsisten sebanyak enam harakat.

BACA JUGA: Hari Tasmi’ Al-Qur’an Internasional 2026, PTQ Syekh Ali Jaber Tekankan Pentingnya Menjaga Hafalan

Mengapa Belajar Panjang Pendek Bacaan Itu Penting

Mempelajari tajwid bukan sekadar menghafalkan nama-nama hukum bacaan. Tujuannya adalah membantu seorang Muslim membaca firman Allah dengan lebih tartil, menjaga huruf, panjang pendek, dan cara pengucapannya sesuai kemampuan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Artinya

“Atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.”

QS Al-Muzzammil ayat 4

Belajar tajwid juga sebaiknya dilakukan dengan bimbingan guru agar kesalahan yang tidak disadari dapat dikoreksi. Membaca teori sangat membantu, tetapi mendengar contoh bacaan dan menyetorkannya kepada pengajar memberi kesempatan untuk memperbaiki makhraj serta panjang pendek bacaan.

Semangat belajar Al-Qur’an inilah yang juga perlu terus tumbuh pada generasi muda. Bagi Ayah, Bunda, dan kaum Muslimin yang ingin ikut mendukung proses pendidikan para penghafal Al-Qur’an di PTQ Syekh Ali Jaber, sedekah dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk membantu keberlangsungan program tahfidz dan pembinaan para santri.

Perbedaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi dan Mutsaqqal Kilmi

Perbedaan utamanya terletak pada huruf setelah bacaan mad.

Pada mad lazim mukhaffaf kilmi, huruf mad bertemu sukun asli tanpa tasydid. Sementara pada mad lazim mutsaqqal kilmi, huruf mad berhadapan dengan huruf yang bertasydid dalam satu kata.

Keduanya sama-sama dibaca panjang enam harakat. Perbedaannya adalah mukhaffaf terasa lebih ringan karena tidak terdapat tasydid, sedangkan mutsaqqal memiliki penekanan yang lebih kuat akibat adanya tasydid.

Belajar Al-Qur’an Adalah Kemuliaan

Rasulullah ﷺ memberikan kabar yang sangat indah tentang orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.

Dari Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

HR. Al-Bukhari nomor 5027

Hadits ini mengingatkan bahwa perjalanan memperbaiki bacaan Al-Qur’an tidak perlu dianggap sebagai beban. Setiap pelajaran tajwid yang dipahami menjadi bagian dari ikhtiar untuk semakin dekat dengan kalam Allah.

FAQ

Berapa panjang mad lazim mukhaffaf kilmi

Bacaan ini dipanjangkan selama enam harakat.

Di surat apa hukum bacaan ini ditemukan

Contohnya terdapat dalam Surah Yunus ayat 51 dan 91 pada lafaz ءَآلْـَٰٔنَ.

Apa ciri utama mad lazim mukhaffaf kilmi

Ciri utamanya adalah adanya huruf mad yang bertemu dengan sukun asli dalam satu kata tanpa tasydid.

Apa perbedaannya dengan mad lazim mutsaqqal kilmi

Mukhaffaf bertemu sukun asli tanpa tasydid, sedangkan mutsaqqal berkaitan dengan bacaan mad yang diikuti huruf bertasydid. Keduanya dibaca enam harakat.

Apakah belajar tajwid harus bersama guru

Mempelajari teori secara mandiri sangat bermanfaat. Namun, belajar bersama guru membantu memastikan makhraj, panjang bacaan, dan praktik pelafalan dapat dikoreksi secara langsung.

Menjaga Al-Qur’an Melalui Belajar dan Sedekah

Memahami contoh mad lazim mukhaffaf kilmi menunjukkan bahwa setiap bagian dalam bacaan Al-Qur’an memiliki kaidah yang patut dipelajari dengan sabar. Dari satu lafaz saja, kita belajar untuk lebih teliti dan bersungguh-sungguh dalam membaca firman Allah.

Selain terus memperbaiki bacaan pribadi, kita juga dapat mengambil bagian dalam mendukung lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an. Sedekah untuk mendukung pendidikan dan program tahfidz di PTQ Syekh Ali Jaber dapat menjadi ikhtiar kebaikan yang manfaatnya terus mengalir melalui proses belajar para santri.

Website pendaftaran dan donasi resmi

pendaftaran.ptqsyekhalijaber.com

WhatsApp Admin

+62 822-4033-4849

Semoga setiap dukungan yang diberikan menjadi amal kebaikan dan wasilah lahirnya lebih banyak generasi yang mencintai, membaca, menghafal, serta mengamalkan Al-Qur’an.